mimbarumum.co.id – Perekonomian Sumut 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 801.733,34 miIiar dan PDRB per kapita mencapai Rp 55,05 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Syech Suhaimi menuturkan ekonomi Sumut 2019 tumbuh 5,22 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2018 sebesar 5,18 persen.
“Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan informasi dan komunikasi sebesar 9,63 persen, diikuti oleh penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,88 persen dan administrasi pemerintahan sebesar 8,15 persen,” terang dia, Rabu (5/2/2020).
Baca Juga : Pertumbuhan Ekonomi Saat Ini Semakin Membaik
Sambung Suhaimi, Struktur PDRB Sumut menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku, sambungnya, pada tahun 2019 tidak menunjukkan perubahan berarti.
Perekonomian Sumut masih didominasi oleh Lapangan Usaha utama, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan (20,48 persen), industri pengolahan (18,98 persen), perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (18,95 persen) dan onstruksi (14,19 persen).
Kemudian dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha lnformasi dan Komunikasi sebesar 9,63 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT sebesar 9,95 persen.
“Ekonomi Sumut triwulan IV-2019 ini, dibanding triwulan IV-2018 tumbuh sebesar 5,21 persen (yoy). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oIeh Komponen PMTB sebesar 8,54 persen,” ujar dia lagi.
Dijelaskannya, ekonomi Sumatera Utara triwulan IV-2019 dibanding triwulan lll-2019 mengalami perlambatan sebesar 0,40 persen (qtq). Hal ini disebabkan penurunan faktor musiman pada lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami penurunan 1,33 persen.
“Struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial tahun 2019 didominasi oleh Sumut dan Riau. Sumut memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto di Sumatera, yakni sebesar 23,39 persen, diikuti Riau sebesar 22,33 persen dan Sumsel sebesar 13,28 persen,” tandasnya. (siti)