mimbarumum.co.id – Seorang bandar besar sabu, Anggara (28) warga Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak tewas tertembak usai mengeroyok dan menganiaya Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar bersama seorang anggotanya hingga mengalami luka serius, kemarin.
Akibat penganiayaan itu, AKP Ginanjar dan anggotanya dirawat di rumah sakit. Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo yang dikonfirmasi, Jumat (9/8) menjelaskan, sebelum penganiayaan terjadi, Polsek Patumbak mendapat info dan pengaduan masyarakat terkait maraknya peredaran narkoba di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun Pasar IV. Atas informasi itu personel Polsek Patumbak melakukan penyelidikan di lokasi.
“Setelah diselidiki, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar, Kanit dan Panit Reskirim beserta anggotanya melakukan Gerebek Kampung Narkoba (GKN) di Jalan Karya Marindal I,” ujar Raphael.
Saat berlangsungnya GKN sambungnya, petugas berhasil membekuk 3 pengedar narkoba berinisial Sum alias Umar (49) dan menyita barang bukti 2 plastik kecil berisi sabu, kaleng rokok berisi seratusan plastik klip berukuran sedang dan kecil kecil serta uang Rp 150 ribu hasil penjualan narkoba. Sun alias Karyo (30), dan disita barang bukti 2 paket kecil sabu, belasan plastik klip berukuran sedang dan kecil serta uang Rp 200 ribu hasil penjualan narkoba.
“Dan terakhir Sus alias Susan (29). Dari tangan tersangka juga disita barang bukti 1 plastik berukuran sedang berisi sabu dan 15 plastik kecil berukuran kecil. Selanjutnya ketiga tersangka diinterogasi, dan mereka mengakui jika sabu yang mereka jual itu berasal dari Anggara,” ungkapnya.
Lanjut Raphael lagi, AKP Ginanjar bersama sejumlah anggotanya melakukan pengembangan ke rumah Anggara untuk meringkusnya. Petugas mendapati Target Operasi (TO) tersebut sedang duduk-duduk di depan rumahnya untuk menunggu pembeli sabu. Mengetahui kedatangan petugas, tersangka kabur ke arah jalan besar.
“Ketika di jalan besar, sekitar 20 orang rekan-rekan tersangka langsung melakukan pengeroyokan dengan menggunakan senjata tajam terhadap Kapolsek dan anggotanya. Para pelaku langsung kabur. Kapolsek yang mengalami luka-luka di wajah dan lengannya langsung dibawa ke rumah sakit Kolombia Internasional guna mendapat perawatan medis,” terangnya sembari menambahkan jika Sus alias Susan adik kandung Anggara.
Satres Narkoba dan Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan yang mendapat informasi terkait penganiayaan terhadap AKP Ginanjar, langsung melakukan pengejaran di seputaran rumah tersangka. Alhasil, Angg berhasil dibekuk petugas saat bersembunyi di kamar mandi milik salah seorang warga. Petugas juga menemukan barang bukti 5 plastik klip berukuran sedang berisi sabu, 5 plastik klip berukuran kecil berisi sabu, timbangan elektrik, serarusan plastik kosong dsn uang Rp 300 ribu hasil penjualan narkoba yang dibuang tersangka ke WC.
“Tersangka kemudian dibawa untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya serta para pelaku pengeroyokan terhadap Kapolsek dan anggotanya. Namun setibanya di Jalan Marindal tepatnya di belakang Pabrik Alumex, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha kabur sehingga petugas beberapa kali memberikan tembakan ke udara namun tak diindahkan,” sebutnya.
Masih dijelaskan AKBP Raphael, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak betis kanan tersangka. Tetapi tersangka yang terluka justru melompat ke parit. Selanjutnya tersangka dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis. Beberapa jam dirawat, tersangka akhirnya tewas. Hingga kini jasad tersangka masih di rumah sakit.
“Tersangka Angg merupakan TO yang sudah lama kita cari. Dalam 1 minggu, tersangka bisa menjual 1/2 sampai 1 Kg sabu. Saat ini kita masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersangka,” pungkasnya. (dd)