Usia Alam Semesta Akhirnya Terungkap

mimbarumum.co.id – Studi terbaru yang dilakukan tim peneliti internasional meyakini bahwa mereka telah mendapatkan pengukuran yang akurat mengenai usia alam semesta. Mereka melakukan ini dengan melihat foto ‘bayi’ kosmik.

Dalam studi ini, tim peneliti yang termasuk ilmuwan dari 41 lembaga di tujuh negara, mengandalkan pengamatan oleh Teleskop Kosmologi Atacama (Atacama Cosmology Telescope/ACT) di Chili.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Cosmology and Nongalactic Astrophysics ini, mengonfirmasi bahwa alam semesta berasal dari 13,8 miliar tahun lalu, berdasarkan serpihan-serpihan cahaya yang tersisa dari peristiwa Big Bang.

Baca Juga : Studi yang Ungkap Mutasi Covid-19 Paling Ganas di Eropa

Untuk memperkirakan berapa umur alam semesta, para peneliti melihat kembali ketika semuanya dimulai. Mereka mengukur cahaya tertua yang dipancarkan oleh kosmos untuk mendapatkan citra terbaik dari foto ‘bayi’ semesta.

“Kami memugar kembali ‘foto bayi’ alam semesta ke kondisi aslinya, menghilangkan keausan waktu dan ruang yang mendistorsi gambar,” kata salah satu peneliti Neelima Sehgal, professor dari Stony Brook University’s Physics and Astronomy Department seperti dikutip dari Inverse.

“Hanya dengan melihat foto bayi yang lebih tajam ini atau gambar alam semesta, kita dapat lebih memahami bagaimana alam semesta kita dilahirkan,” sambungnya.

Para peneliti mengandalkan latar belakang gelombang mikro kosmik, atau radiasi elektromagnetik yang telah ditinggalkan sejak tahun-tahun awal alam semesta, untuk menciptakan citra baru alam semesta ini saat masih bayi.

Baca Juga : Asteroid 2020 JJ Tiba-tiba Pepet Bumi

Cahaya yang dipancarkan 380.000 tahun setelah terjadinya Big Bang bervariasi dalam polarisasi, diwakili oleh warna merah atau biru. Tim peneliti menggunakan jarak antara variasi-variasi ini untuk menghitung estimasi baru untuk usia alam semesta.

Perkiraan umur alam semesta sebelumnya bergantung pada Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) NASA dan Teleskop Ruang Angkasa Planck Badan Antariksa Eropa (ESA) milik NASA.

Pada 2013, teleskop Planck ESA memperkirakan bahwa alam semesta berusia 13,82 miliar tahun berdasarkan peta paling detail yang pernah dibuat dari latar belakang gelombang mikro kosmik. Sementara itu, WMAP diluncurkan pada tahun 2001 untuk mengukur perbedaan suhu di langit dengan latar belakang gelombang mikro kosmik.

Pada 2016, NASA mengumumkan bahwa alam semesta berusia 13,77 miliar tahun menurut data dari WMAP. Namun, di tahun 2019, sebuah penelitian menunjukkan bahwa alam semesta sebenarnya mungkin 2 miliar tahun lebih muda dari yang diyakini sebelumnya.

“Sekarang kita telah menemukan jawaban di mana Planck dan ACT sepakat,” kata penulis utama studi ini Simone Aiola dari Center for Computational Astrophysics Institute di New York City.

“Studi ini berbicara fakta bahwa pengukuran yang sulit tentang alam semesta ini dapat diandalkan,” tutupnya. (dtc)